Rabu, 17 Oktober 2012

Tugas Etika Bisnis

ANALISA ETIKA BISNIS DALAM PERIKLANA MOBIL NISSAN
Dalam menjalankan sebuah bisnis, ada beberapa aturan dan etika yang harus ditaati untuk menjadi pembisnis dan pengusaha yang sukses dan memiliki norma yang bagus. Dalam hal ini saya melakukan analisa etika bisnis dengan objek periklanan mobil Nissan. Ada lima hal yang akan dianalisa yaitu :
1.      Otonom
Adalah sebuah kebebasan dalam berbisnis namun kebebasan tersebut harus diiringi dengan tanggung jawab.  Dalam produk mobil dari Nissan ini selalu memproduksi mobil yang bermacam-macam tipe dan selalu dibarengi dengan kemajuan teknologinya. Namun Nissan tetap bertanggung jawab atas kenyamanan dan keselamatan bagi konsumen atau pengendara mobil Nissan tersebut.

2.      Jujur
Jujur yang dimaksudkan adalah memberikan informasi yang jelas tentang produk atau jasa yang ditawarkan terhadap konsumen, baik kekurangannya maupun kelebihannya. Nissan memberikan informasi sangat lengkap di dalam brosur ataupun iklan yang dipasang di TV. Namun kekurangannya tidak dijelaskan didalam iklan tersebut. Produk mana pun akan selalu menjelaskan kelebihan produknya dan menutup kekurangannya.

3.      Adil
Adil adalah memberikan hak dan menjalankan kewajiban yang telah disepakati. Dalam pembelian mobil Nissan menurut saya sudah cukup adil, setiap konsumen yang akan membeli diberikan rincian pembelian secara kredit. Dalam rincian tersebut telah dicantumkan biaya pertama minimal yang disetor dan cicilan perbulan serta bunga yang harus ditanggung oleh konsumen.





4.      Saling menguntungkan
Saling menguntungkan adalah dari salah satu pihak tidak ada yang di rugikan. Contoh dalam pembelian mobil Nissan secara kredit untuk pihak konsumen mreka untung karena dapat dicicil perbulan. Untuk pihak Nissan dapat bunga dari pembayaran konsumen secara kredit perbulan.

5.      Integritas moral
Integritas moral adalah dari keempat etika di atas digabungkan menjadi satu etika yang harus dijalankan dalam berbisnis. Mobil Nissan sudah melakukan itu semua dianalisa melalui iklan yang dipasang di media cetak ataupun elektronik.



Minggu, 07 Oktober 2012

UPACARA ADAT


ADAT PERNIKAHAN SUKU JAWA TIMUR

            Indonesia adalah Negara yang kaya akan kebudayaan. Berbagai macam kebudayaan di berbagai wilayah di Indonesia. Salah satu kebudayaan yang aa di Indonesia adalah kebudayaan Jawa. Dalam tulisan ini akan memaparkan adat penikahan dari suku jawa. Dari hasil wawancara saya dari masayarakat suku jawa ada beberapa rangkaian acara pernikahan dari suku jawa adalah sebagai berikut :
1.      Panggih
Panggih atau dalam bahasa Indonesia adalah temu adalah mempertemukan pengantin pria dan wanita diikuti oleh masing-masing keluarga. Rangkain ini memiliki makna bahwa untuk membangun sebuah rumah tangga harus memiliki izin dari masing-masing keluarga, dan juga menyatukan dua keluarga besar menjadi sebuah keluarga yang sakinah, mawadah, marokhmah.

2.      Lempar Sirih
Lempar sirih berarti untuk memberikan doa atau dukungan dari para masyarakat kepada sepasang pengantin tersebut.

3.      Injak Telur
Injak telur ini dilakukan oleh pengantin pria yang menginjak sebuah telur dan kaki pengantin pria tersebut dibersihkan oleh pengantin wanita. Ini mengandung makna bahwa seorang istri harus mengabdi kepada suami dan menghormati suami.

4.      Gendong Mantu
Gendong mantu adalah orang tua dari pengantin wanita menggendong pengantin pria. Ini mengandung arti bahwa didalam menjalani bahtera dalam rumah tangga membutuhkan bimbingan orang tua. Orang tua akan membimbing bagaimana cara menjalani kehidupan dalam rumah tangga.

5.      Mangku Mantu
Mangku mantu adalah pengantin dipangku oleh orang tua dari pengantinnya sendiri. Ini juga berarti bahwa kasih sayang orang tua tidak akan pernah putus walaupun anknya sudah berumah tangga.

6.      Cucur Kucur
Cucuk kucur ini adalah pengantin pria memberikan beras kepada pengantin wanita dan kemudian diberikan kepada orang tuanya. Ini memiliki makna bahwa suami wajib member nafkah kepada isitri dan suami harus memberikan semua penghasilannya kepada istri untuk di kelola dan diberikan kepada orang tua.

7.      Sungkeman
Sungkeman adalah sepasang pengantin memohon maaf kepada orang tua atas segala salah dan khilaf yang telah dibuatnya.

8.      Memberikan seserahan
Pemberian seserahan dari pengantin pria kepada pengantin wanita. Ini berarti bahwa pengantin pria meminta izin untuk meminta pengantin wanita dari keluarganya untuk dijadikan istrinya.

9.      Suap-suapan
Sepasang pengantin ini saling suap-suapan untuk menunjukkan bahwa mereka saling mengasihi dan menyayangi.

            Dalam upacara pernikahan adat suku jawa ini ada yang dinamakan pager bagus dan pager ayu. Pager bagus dan ayu masing-masing 6 orang, ini diibaratkan pengawal yang mengawal sang pengantin. Selain itu ada juga 2 orang laki-laki dan 2 orang perempuan yang membawa kembang mayang. 2 wanita yang membawa kembang mayang dari pengantin wanita, dan 2 laki-laki membawa kembang mayang dari pengantin pria. Kembang mayang tersebut saling ditukar saat dilakukannya panggih pengantin. Selain itu ada juga disebut sebagai among tamu, ini adalah penyambut para tamu yang hendak menyaksikan pernikahan tersebut.







MANDI BELIMAU
            Mandi belimau adalah upcara mandi dengan air buah jeruk, dimana upacara ini dilakukan setiap tahun ketika akan memasuki bulan suci ramadhan. Upacara ini dilakukan oleh suku Melayu Pekanbaru, Riau. Mandi belimau adalah adat yang sudah dari nenek moyang suku melayu dan turun-temurun sampai sekarang.
            Setiap tahunnya suku melayu Pekanbaru membuat acara festival akbar 3 hari sebelum memasuki bulan Ramadhan. Seluruh masyarakat berkumpul pada sebuah lapangan dan dipimpin oleh wali kota. Mandi belimau biasanya hanyalah simbolik oleh sepasang remaja yang di iring oleh seluruh masyarakat mengelilingi kota dan diiringi dengan suara kompang atau marawis. Setelah sepasang tersebut telah dimandikan dengan air jeruk (limau), maka seluruh masyarakatpun mandi di sungai untuk mandi.
            Mandi belimau ini bermaksud untuk membersihkan diri dan mensucikan diri sebelum memasuki bulan yang penuh rakhmat itu. Tujuannya juga agar semua amal ibadah dalam bulan ramdahan diterima oleh Allah SWT.

KESIMPULAN

            Begitu banyak suku bangsa di Indonesia dan memiliki atura-aturan yang berbeda. Namun pada dasarnya adat mereka sama-sama mengajarkan dalam kebaikan. Dalam suku Jawa mengajarkan untuk bertanggung jawab dan harus sopan dan santun terhadap orang tua. Dalam berumah tangga juga harus bertanggung jawab dan sling mengasihi.
            Dapat diambil kesimpulan juga dari upacara Mandi belimau adalah agar senantiasa menjaga kebersihan. Bukan hanya kebersihan badan namun juga kebersihan hati untuk menjalani ibadah.

           



Sabtu, 06 Oktober 2012

Rangkuman Kick Andy


KICK ANDY
Jum’at, 5 Oktober 2012
Pukul 21.30 WIB

            Dalam acar talk show kali ini kick andy membahas tentang langkanya kejujuran di Negara Indonesia ini. Langkanya kejujuran dicerminkan dengan menjamurnya korupsi di dalam pemerintahan, parlemen dan birokrasi. Dengan keprihatinan seperti itulah maka banyak tindakan yang dilakukan oleh masyarakat untuk melawan kejahatan korupsi. Berikut ini adalah tindakan dari masyarakat untuk melawan kejahatan korupsi yaitu :
1.      BASUKI SUGITA

Beliau adalah guru sekaligus kepala sekolah SMP KANISUS KUDUS. Dalam sekolah tersebut beliau meberikan pendidikan anti korupsi dengan melatih siswa/siswinya untuk menanamkan kejujuran didalam diri mereka. Beberapa cara yang dilakukan oleh bapak Basuki yaitu :

a.       Warung Kejujuran
Warung ini menjual berbagai alat tulis dan perlengkapan belajar lainnya. Uniknya warung tersebut tidak ada yang menjaga, hanya disediakan sebuah buku dan kotak kecil. Buku tersebut digunakan untuk mencatat barang yang dibeli, dan kotak kecil adalah tempat untuk pembayarannya. Warung ini diibaratkan Negara Indonesia, apabila para siswa tidak jujur maka warung tersebut akan bangkrut. Sama juga dengan Indonesia, apabila banyak orang yang tidak jujur dalam menjalankan pemerintahan maka Indonesia akan bangkrut juga.
b.      Telepon Kejujuran
Awalnya ide ini timbul dikarenakan ada salah satu siswa yang membawa handphone ke sekolah dan hendphone miliknya tersebut hilang. Dengan kejadian tersebut maka sekolah memberikan aturan bahwa seluruh siswa dilarang membawa handphone ke sekolah, apabila siswa ingin menggunakan hanphone dapat meminjam handphone yang disediakan sekolah. Sekolah menyediakan handphone GSM dan CDMA, siswa dapat meminjam namun harus membayar pulsa yang telah dipakainya. System transaksinya sama juga seperti warung kejujuran, mencatat di sebuah buku dan meletakkan uangnya disebuah kotak yang sudah disediakan.
c.       Ular tangga Kejujuran
Pada permainan ini ular tangga yang dimainkan memiliki gambar yang berbeda. Yaitu dengan ada gambar perampokan dan kejujuran, dimana apabila mendapati gambar kejahatan  maka akan turun kembali. Sebaliknya apabil mendapati gambar kebaikan akan naik ke tangga. Ini adalah salah satu usaha untuk merangsang dan terus mengingatkan tentang kejujuran, agar kejujuran tertanam dan melekat pada diri masing-masing siswa.

Pendidikan Anti Korupsi di SMP KANISIUS KUDUS ini dideklarasikan pada tanggal 19 Desember 2005 dengan motto “JUJUR, CERDAS DAN ANTI KORUPSI”.


2.      POM KEJUJURAN

            Cuplikan potret tindakan pendidikan korupsi dilakukan juga oleh Bapak Mukti Muraharjo yang bertempat tinggal di Kediri. Bapak Mukti menjual bensin eceran mulai dari harga Rp 1000-Rp 5000, ini untuk menyesuaikan kantong para pembelinya. Tidak seperti kebanyakan orang, menjual bensin ditunggu 24 jam. Bapak mukti bertindak sebaliknya bensin yang dijualnya tidak pernah ditunggu karena beliau juga harus menarik becak. Para pembeli mengambil bensin sendiri dan kemudian uang untuk membayar bensin tersebut diletakkan disebuah kaleng yang sudah disediakn Bapak Mukti. Pak Mukti hanya meninggalkan sepanduk yang bertuliskan “POM BENSIN 24 JAM, POM KEJUJURAN MENUJU SURGA”. Inilah tindakan mulia yang dilakukan Bapak Mukti untuk mengajarkan kejujuran kepada masyarakat, yang sekarang ini kejujuran adalah barang langka.

3.      GAME ANIMASI “RAID THE RATS”

Game animasi yang diciptakan oleh Fahma Waluya Romansyah ini adalah bentuk protes tindakan kejahatan korupsi yang sekarang ini marak terjadi dan sering dimuat di Media massa. Dalam game tersebut ada burung garuda dan tikus, garuda yang melambangkan penjaga Negara Indonesia dan tikus melambangkan sifat para koruptor yang suka mencuri yang bukan haknya. Dalam game ini tikus juga di tangkap dan dimasukkan kedalam penjara.
Dalam game ini memuat pesan untuk para koruptor bahwa tindakan korupsi itu akan mengakibatkan pelakunya akan masuk kedalam penjara. Apabila masuk penjara maka nasib keluargnya pun akan terkatung-katung.
Contoh kasus yang sedang hangat diberitakan adlah tipikor wismah atlet yang menyeret Angelina Sondakh. Mantan Putri Indonesia ini terlibat korupsi wismah atlet yng sekarang akan segera ditangkap. Namun pihak Angelina melakukan penangguhan penangkapan dengan alasan anak-anaknya yang butuh seorang ibu Karen ayahnya sudah meninggal. Terlibatnya Angelina dalam kasus ini sudah membuat keluarganya malu dan kecewa tentunya, setelah akan di tangkap barulah menangis dan memikirkan ank-anaknya. Harusnya dari awal sebelum korupsi harus difikirkn akibatnya jika dia ditangkap dan apa yang akan terjadi dengan ank-anaknya jika dia di tangkap.

4.      FILM LAYAR LEBAR
                        Beberapa film layar lebar dan film pendek yang di tujukan untuk melawan tindakan kejahatan korupsi yaitu :
-          KITA versus KORUPSI
-          SELAMAT SIANG RISAL
-          RUMAH KITA

Didalam film tersebut mengandung pesan moral yang dapat diambil. Menanamkn kejujuran didalah diri kita adalah langkah awal untuk merubah Negara bahkan Dunia menjadi bersih dari tindakan korupsi dan kejahatan lainnya.



PESAN DARI SURGA!!!

            Hancurnya Negara kita adalah dikarenakan langkanya kejujuran. Kejujuran di perjual belikan untuk mendapatkan tahta dan kekayaan. Selama ini tudingan dan hukuman selalu ditujukan kepada aparat pemerintah, parlemen, birokrasi. Hanya dengan memberantas mereka saja itu tidak cukup, tanpa dilakukan pendidikan kejujuran yang harus menjadi prinsip para generasi muda. Kita dapat memperbaiki Indonesia dengan menanmkan nilai-nilai kejujuran kepada anak-anak yang ada di playgroup, TK, SD.

Motto

“AJARKAN KEJUJURAN SEJAK BERADA DALAM RAHIM IBU”



Minggu, 29 April 2012

Tolakan Pada Kliring
Dalam sistem kliring dalam perbankan, tidak semua kliring yang dikirimkan antar bank yang bersangkutan dapat di terima, namun ada beberapa kliring yang di tolak.

Senin, 02 April 2012

Menghitung Bunga




Bank mendapatkan keuntungan dari dua sumber yaitu :
  1. Interest speread, yang terdiri dari :
    1. Deposit, deposit terdiri dari:
-      Tabungan
-      Giro
-      Deposito
    1. Loan
  1. Fee, yang terdiri dari :
    1. kliring
    2. transfer
    3. inkaso
    4. latter of credit (LC)
    5. bank garansi (BG)
    6. safe deposit box
    7. valas

Metode yang digunakan untuk menghitung bunga yaitu :
  1. Perhitungan bunga saldo akhir
  2. Perhitungan bunga saldo rata-rata
  3. Perhitungan bunga saldo terendah
  4. Perhitungan bunga perubahan saldo (daily)


I. Perhitungan bunga saldo akhir

1. Untuk menghitung bunga deposit yaitu

%i x hari bunga (HB) x nominal/ 365
                                               
 2. Menghitung bunga Loan

          %i x hari bunga (HB) x nominal/ 360



 
 II. Perhitungan bunga saldo rata-rata

Saldo1/ hari + saldo2/hari + saldo3/hari



III. Perhitungan saldo terendah

          (saldo1+saldo2+saldo3)/ jumlah transaksi


Untuk saldo awal bulan yaitu, setelah menghitung bunga uang mengendap maka bunga tersebut du jumlahkan dengan saldo akhir. Hasilnya akan menjadi saldo di awal bulan selanjutnya.









Minggu, 01 April 2012

KLIRING




          Kliring adalah transaksi antar bank yang melalui bank Indonesia sebagai mediatornya. Kliring antar bank adalah pertukaran waktu antar data elektronik antar bank nama bank maupun nasabah yang hasil perhitunganya deselesaikan pada waktu tertentu. Warkat atau data keuangan elektronik yang dimaksud adalah alat pembayaran bukan tunai yang diatur dalam peraturan perundang-undangan atau ketentuan lain yang berlaku.

Contoh kasus 1:
Tn. Ade mempunyai giro pada Bank Jadi, sedangkan Tn. Boni mempunyai simpanan giro dan tabungan pada Bank Saga. Tn Ade mengirim cek kepada Tn Boni sebesar Rp 10. 000. 000 kepada. Yang menjadi permasalahan adalah Tn Ade dan Tn Boni mempunyai rekening di bank yang berbeda. Untuk menyelesaikan masalah ini peran bank sentral sangatlah penting yakni sebagai penghubung antar bank. Bank Jadi dalam hal ini mengirim surat kepada BI yang disebut nota debet keluar karena yang mengeluarkan surat adalah bank Jadi. Lalu BI mengirim kembali surat kepada Bank Saga yang disebut dengan nota debet masuk. Lalu BI akan metransfer uang cek tersebut kepada bank yang bersangkutan sehingga Tn Boni bisa mencairkanya di Bank Jadi.
Contoh kasus 2:
Seseorang yang berdomisili di Jakarta bernama Rojak ingin mengirim uang kepada sodaranya yang berada di NTT bernama Iman. Rojak menyimpsn rekeningnya di Bank BNI sedangkan Iman mempunyai rekening di Bank Daerah NTT. Untuk menyelesaikan masalah tersebut ada dua cara untuk mengirim uang kepada Iman. Cara pertama yaitu Rojak mentransfer ke Bank BNI yang berada di NTT lalu bank BNI tersebut kliring kepada bank yang bersangkutan. Cara yang kedua yaitu Rojak kliring ke bank daerah NTT yang berada di Jakarta lalu bank itu mentransfer kepada Bank Daerah NTT. Istilah tersebut dinamakan kliring atau lalu lintas pembayaran.
            Dari keterangan di atasa dapat ditarik kesimpulan bahwa kliring bisa terjadi apabila dilakukan beda bank, dan ada kantor bank yang berbeda berdomisili berdekatan. Dan jug setiap bank harus memiliki sipanan di Bank Indonesia sebesar 8% dari bank tersebut.

Recommended Wedding Etiquette Books




In every part of the world, ladies dream of weddings. More often than not, they succeed in getting one. Thus, for every nation or country, in every culture, there are weddings.
Weddings have become inevitable events in modern society. But, it is clear and apparent that weddings have become, in a sense, a way of lifestyle. It can be attributed to the Western influence.
Wedding traditions, be it for Americans, Asians, Europeans, Africans or any race, have become universalized. When you say universalized, it means the event has adhered to same customs and traditions.
Thus, we have wedding etiquettes. Wedding etiquettes can vary from one country to another. But the variations are only slight and minimal. Moreover, the ethics and etiquettes in weddings are all but the same.
Because being into weddings or attending weddings have become a way of our modern life, people can get anxiety knowing that there are certain gestures that can be considered not likely during weddings.
If you are a bride or a groom, the anxiety can get really concerning. The couple will have to undergo a hard time—on wedding jitters and on anxiety from wedding customs.
Thus, the best way to help the soon-to-be-wed couple is to educate them about certain wedding etiquettes.
Because learning venues for wedding etiquettes can get so distracting, awkward and embarrassing at the same time, it is advisable that those needing briefings for wedding etiquettes consult the book stands.
The following are several of the highly recommended readings or books for or about wedding etiquettes. To get to know the books better, or to absorb what they have to say, get to the nearest book store or go to your favorite online shopping site to place an order.
Some recommended wedding etiquette books
“The Everything Etiquette Book: A Modern-Day Guide to Good Manners” by Leah Ingram. The author, Leah Ingram is considered as one of society’s etiquette experts. Actually, the book is not exclusive to wedding etiquettes.
The book tackles etiquettes for everyday living. Included in the topics covered are how to deal with annoying neighbors, how to choose and send the perfect gift for every occasion, professionalism at work, camaraderie with colleagues and friends, dealing with unlikely relatives and so on.
Because the book covers everything etiquette, of course, a few pages are allotted to weddings. The wedding etiquettes mentioned in the book are glimpses and shortened or simplified, but they still are effective tips.
“Crane’s Wedding Blue Book” by Steven L. Feinberg. Mr Steven Feinberg’s wedding book is very detailed and covers everything about wedding etiquettes.
The issues tackled start from the preparation—from short listing the guest list, doing the invitation, hiring wedding planners, and so on. The wedding etiquettes covered by the book extend to until after the honeymoon, when the couple should have finished giving out thank you cards to their wedding guests.
The book also gives tips and guidelines on what kind and color of paper to use when printing out invites and than you notes. It also deals with the proper way of handling unlikely, and yes, even wedding crashers.
“The Everything Wedding Etiquette Book: Insights and Advice on Handling Even the Stickiest Wedding Issues” by Emily Ehrenstein and Laura Morin. The book gives out little and practical do’s and don’ts during weddings.
The book takes the issues from the different perspectives of that of the bride, the groom, the parents, the maid of honor, the bride’s maids, the groom’s men, stepmothers, down to the guests.
The book boasts of practical solution to every concern and awkward situations that occur during weddings. The situations discussed can sometimes get cute, amusing and funny, but you can tell that they are timely and truthful. Several sticky situations, for sure, have happened to you.
Everyone who has attended weddings or who are planning to attend or get into one can relate to the book.
The book even gives out solutions and advice on how to handle difficult situations during weddings that include how to ask parents-in-law for financial assistance to cover the reception, including step parents in the ceremony, allowing single guests to tag along dates down to planning seat arrangements for divorced parents and more.
The above mentioned wedding etiquette books can be found at our favorite book stand or can be ordered online. Just read the books by heart so you can get to absorb wedding etiquettes and save your face when situations get really sticky during weddings.

artikel ini diambil dari :http://adaforedi.com/contoh-artikel-bahasa-inggris